Kapan Menentukan Rate Card?

Hallo Girls...




Gaya banget ya kalau baca dari judulnya ? haha berasa aja saya udah blogger kondang lol. Padahal mah saya juga masih membangun networking dan berusaha buat mengembangkan konten-konten yang saya share di sini, sebelum saya share soal rate card saat kita menjadi blogger ataupun what so called influencer. Mau kasih disclaimer dulu ya, kalau saya bukan expert dan pure pengen sharing aja pengalaman sebagai blogger dan PIC projek beberapa campaign yang tentunya melibatkan Influencer ibukota dan para blogger micro juga macro.

Well, let's started! Saya buat beberapa poin ya, kapan sih waktunya kita sudah pantas menentukan rate card

1. Ketika Sudah Mulai Ada yang Menanyakan Rate Card

Well, biasanya blogger atau influencer memberikan rate card saat sudah dikontak brand atau agency menanyakan rate card saat akan menawarkan sebuah kerjasama. Selain itu, brand atau agency juga ngecek sudah berapa lama kita blogging atau menjadi influencer. Kalau belum ada yang nanya gimnana kak?

Ya, balik lagi ke kamu...sudah merasa worth kah untuk membuat rate card? dengan harga sekian juta misalnya. Kalau kamu belum merasa pantas dan masih membangun konten, ya fokus aja dulu membuat konten sebanyak dan sebaik-baiknya dengan konsisten. Trust me...kalau konsisten job juga berdatangan dengan sendirinya kok. 


2. Berapa Harga Yang Harus Ditentukan?

Nah, ini gampang-gampang susah sebenernya...kamu harus lihat dari statistik sosial media, blog atau Youtube yang kamu miliki punya nilai jual berapa. Kalau kamu merasa percaya diri dengan harga 10 juta/konten misalnya, tapi harus dibarengi dengan statistik yang akurat kayak engagement dan visitors kamu memang pantas. 

Tapi kan ini sosmed-sosmed gue, bebas dong mau nentuin harga berapa juga?

Ya, memang itu sosmed kamu...tapi ya harus sadar diri juga, sesuai enggak harga segitu dengan konten yang kamu sampaikan ke netizen. Karena, saya banyak nemuin influencer yang asal tembak harga cukup mahal tapi pas di cek engagementnya kecil dan kontennya biasa aja...modal followers gede dan eksis.

Atau, ada juga yang followers gede, engagement bagus tapi ngasih rate dibawah pasaran. Itu juga kasian sih, padahal nilainya si influencer itu lebih dari yang dia tawarkan. 

Menurut saya sih balik lagi ya, lihat statistik konten kamu sudah bisa bernilai berapa kira-kira. Kalau kamu merasa setiap konten kamu akan viral dan membawa followers kamu aware, dengan apa yang kampanyekan...monggo kasih harga yang pantas. Brand/ agency juga akan paham kok, kalau dibarengi dengan bukti harga segitu memang pantas. 

3. Apakah Semua Projek Harus Memakai Rate Card?

Kalau menurut saya pribadi sih, gak harus hahaha. Lihat dulu siapa yang ajak kerjasama, kalau misalnya yang nawarin projek ini berpotensi untuk mantain networking kedepannya (for ex: komunitas, PR Brand tertentu atau teman) dan mereka propose harga yang masih masuk akal...ya diambil aja. Kan buat membangun networking, siapa tahu kedepannya ditawarin terus projek dan direkomendasikan ke brand atau agency kan? who knows. 

4. Ukur Kualitas Kontenmu

Kok gue gak diundang brand a,b, c sih?

Kok gue gak diajak campaign ini itu sih?


Coba...coba di cek lagi konten blog, youtube atau sosial medianya gengs. Sudah konsisten kah? Apakah kontennya  menarik? foto atau videonya sudah lebih baik?

Kalau masih belum, yuk! terus belajar memperbaiki kualitas kontennya. Termasuk self reminder buat saya juga nih, yang sudah mulai kendor buat ngisi konten blog dan sosmed.

Karena bisa dilihat dengan nyata ya, yang eksis diundang dan diajak campaign a,b,c itu ya memang mereka yang konsisten buat bikin konten dan selalu menyajikan hal menarik untuk reader/ viewer atau followernya.

Semakin kontenmu bagus, engagement tinggi...semakin bisa kamu menaikan rate card sesuai yang kamu inginkan.


Pesan-pesan menjadi blogger/influencer yang memiliki attitude baik, agar disukai klien. 

- Baca SPK dengan seksama sebelum Ttd

Wajib! hukumnya baca detail ya Surat kerjasamanya sebelum ditandatangani, jangan asal ttd. Terus nanti pas campaign berjalan, protes ke klien kalau ini itunya gak sesuai. Kalau ada yang gak paham, tanya dulu ke PIC nya. Merasa sudah jelas dan paham flownya, baru deh tanda tangan. 

Lihat poin-poin kewajiban yang harus kamu kerjakan setelah campaign berjalan dan konsekuensi yang bakal kamu terima kalau membatalkan projek tersebut. Misalnya: posting konten kompetitor di hari yang sama, maka akan dikenakan denda. Atau, membatalkan projek dengan mendadak harus membayar 50% dari harga yang tertera dan lain-lain.

- Baca Brief dengan Benar dan Buat Konten Sesuai Brief

Please! Baca brief yang teliti sebelum eksekusi sebelum buat konten, biar meminimalisir untuk revisi dan kontenmu jadi cepat selesai kan? Jangan malas buat baca brief ya, itu mempermudah kerjaan kamu lho...klienpun senang projeknya cepat selesai. 

Just in case, klien protes...kamu bisa menjawab kalau kamu sudah membuat konten sesuai brief. 

- Post Konten Sesuai Deadline!

Kalau kamu sudah menyanggupi kontenmu naik sesuai deadline, do it! Kalaupun ada halangan, please kabarin dari jauh hari...agar klien bisa switch dengan influencer lain atau memberikan plan B. Karena imbasnya banyak, kalau kamu telat naikin konten. Misalnya: Menghambat projek jadi makin molor, klien jadi kecewa dan tidak mau bekerjasama lagi, pembayaran turun semakin lama.


- Belajar bikin caption!

Nih..nih... suka bingung ya bikin caption? Coba mulai sekarang belajar bikin caption yuk! Masa nanti kalau sudah dikasih brief jelas, tetep bingung bikin caption dan membuat campaign makin lama gara-gara kamu malas bikin caption?

Karena saya sering nemuin beberapa creator yang bilang "bikinin dong captionnya", padahal brief sudah jelas dan biasanya kasih contoh caption. Ya, kalau bingung-bingung banget...tinggal bikin aja mirip-mirip contoh ye kan?

Tapi gue gak mau captionnya iklan banget?


YA BIKIN AJA YANG AKTUAL SIS...kayak lagi ngobrol aja gitu tapi bentuknya tulisan, yakin deh pasti bisa.


- Tagih pembayaran setelah semua kewajiban sudah terpenuhi dan lihat kembali SPK

Ok...ini hal yang paling sensitif, nagih pembayaran hahaha suka gemes gak sih? kalau kita udah kerja eh bayarannya molor? Iya kesel banget. Tapi, sebelum tagih dicek dulu ya SPK nya...mereka menjanjikan berapa lama payment akan turun. Misalnya 30 hari kerja, which is yang dihitung hari kerjanya ya...weekend gak dihitung say. Lalu, pekerjaannya sudah selesai dan sesuai belum? kalau sudah dan lewat batas waktu dari SPK...baru deh kamu tanyakan ke kliennya. 


Paling segitu aja sih yang bisa saya share soal rate card dan pesan-pesannya hehe semoga bermanfaat ya...


See you! 


Review BLP Lip Stain Wild Berries

Hallo Girls...



Di postingan saya sebelumnya, saya bahas soal drama menuju persiapan pernikahan kan? Buat yang pengen tahu dan baca boleh klik di sini ya. Lanjut, saya mau bahas beauty review lagi nih setelah sekian lama...lupa kapan terakhir saya review hal-hal berbau gincu. 

Ngomong-ngomong soal pewarna bibir, saya cukup picky dan gak asal ikut trend beli lipcrem/lipstick/liptint yang lagi hits. Saya beli kalau menarik buat saya untuk dicoba, kalau enggak? ya cuek aja biasanya. Sampai beberapa bulan lalu saya tertarik sama koleksi terbarunya BLP, yang sebelumnya sukses dengan lipcreamnya mereka juga mengeluarkan Lip Tint dan setiap saya cek di Toped sold out terus. Wah sebagus itu kah lip tint BLP? melihat review orang-orang juga banyak yang bilang bagus.



Kebetulan pas JakartaXBeauty akhir April lalu mereka buka booth di sana dan saya berhasil beli satu Lip Tint BLP yang shade Wild Berries, warnanya red wine yang cantik dan sangat pigmented. Kurang lebih nih saya dua bulan pakai Lip Tint BLP dan berikut review-nya, keep reading guys!


Kemasan:



As you can see ya, kemasannya imut-imut tapi isinya lumayan banyak kok. Botolnya terbuat dari plastik yang cukup kokoh transparan, jadi kita bisa lihat isinya dari luar dan tutupnya berwarna putih. Simple aja sih menurut saya, gak macem-macem seperti desain kemasan BLP produk lainnya. 


Aplikator:


Aplikatornya berujung lancip dan rata, gak kayak aplikator lip tint Korea yang biasanya menyerong bagian ujungnya. Kalau ini lebih kayak bentuk sendok gitu lho, but no problem gak bikin kesulitan saat apply ke bibir kok. 


Warna dan Scent:



Ada tiga pilihan warna BLP Lip Tint dan saya memilih shade Wild Berries, menurut saya lebih cocok aja dengan tone kulit saya dan warnanya gemes red wine yang cukup deep. Bikin wajah saya terlihat lebih cerah dan rada-rada misterius hehe. Wanginya seperti sirup, soft aja gak begitu menyengat dan begitu pakai dibibir wanginya sudah hilang. 



Performance:
BLP Lip Tint ini teksturnya gak secair liptint Korea, dia lebih ke gel gitu tapi versi agak cairnya. Lip tintnya cepat kering, jadi kita harus cepet nge-set mau itu dibuat ombre lips atau full lips. Karena ninggalin stain dibibirnya cepet dan pigmented banget, malah menurut saya lebih pigmented dari Etude Dear Darling tint. Lip tint ini terasa ringan dibibir, cepet kering dan gak ada rasa pahit kayak lip tint lain. 



Result:
Selama pakai liptint ini sih nyaman aja, tapi kalau sudah dihapus bikin bibir kering dan harus cepet-cepet pakai lipbalm. Mungkin sebelum pakai lip tint juga bibirnya harus wajib pakai lipbalm dulu, untuk ketahanannya sendiri standar aja. Dia awet kalau kita  gak makan dan minum, kalau minum ya ninggalin stain di gelas dan habis makan warnanya bubar jalan aja. Paling ninggalin stain dibagian pinggir bibir, ya gapapa sih tinggal retouch. 

Kesimpulan:

So far, saya suka dengan Lip Tint BLP ini...dari segi warnanya yang cantik dan pas dengan warna kulit saya. Walau membuat bibir kering kalau gak pake lipbalm dulu, tetep saya suka dengan hasilnya membuat wajah terlihat lebih segar. 



Plus: 
Pigmented
Warnanya cantik
Cepet kering
Merk lokal
Kemasannya travel friendly
Gampang diaplikasikan 



Minus:
Cukup pricey utk liptint (karena merek Korea biasanya dibawah 98k like tony moly, etude, peripera dll)
Bikin bibir kering kalau gak pake lip balm dulu


Harga: 98k
Where to buy: Tokopedia, Sociolla, BLP store atau BLP website.

Review Laneige Waterbank Gel Cream

Hallo Girls...


Percaya atau enggak sampe tengah tahun ini, saya sudah coba tiga merek pelembap yang berbeda. Buat kulit berminyak dan acne prone ya memang cukup tricky juga buat cari pelembap, kayak buat kulit saya sendiri tuh...pelembap harus yang teksturnya gel, non-comedogenic, hydrating dan no whitening. Soalnya kalau pake yg whitening, biasanya langsung breakout.

Akhir Januari lalu, untuk pertama kalinya saya coba pelembap Laneige yang seri Waterbank Gel. Inipun saya pilih setelah BA Laneige merekomendasikan untuk kulit normal to oily skin, yasudah saya beli bersama tonernya sekalian biar hasilnya lebih efektif.

Lalu, bagaimana kerja si pelembap ini di kulit berminyak saya? apakah cocok dan memberikan perubahan? simak ulasannya berikut ini yaaa...



Deskripsi:

Moisture Biogene™, mengisi kembali kelembapan sepanjang hari yang tepat dengan asam hyaluronic mini dan air-wetting formula untuk mendapatkan kemampuan yang sempurna untuk mendapatkan kulit yang terasa lembap sepanjang hari


Jadi, pelembap ini memang ditujukan untuk menghidrasi kulit. Cocoknya untuk normal atau kulit berminyak, agar bisa menyeimbangkan kadar air pada kulit. Sehingga kulit lembap sepanjang hari. Komposisinya pun mengandung air, glycerin dan niacinamide. 


Ingredients: WATER, BUTYLENE GLYCOL, CYCLOPENTASILOXANE, GLYCERIN, ALCOHOL, CYCLOHEXASILOXANE, DIMETHICONE, CHENOPODIUM QUINOA SEED EXTRACT, MAGNESIUM SULFATE, ZINC SULFATE, MANGANESE SULFATE, CALCIUM CHLORIDE, ASCORBYL GLUCOSIDE, CHAMAECYPARIS OBTUSA WATER, SODIUM HYALURONATE, CERAMIDE 3, ACETYL GLUCOSAMINE, COPPER TRIPEPTIDE-1, NIACINAMIDE, TOCOPHEROL, LIMNANTHES ALBA (MEADOWFOAM) SEED OIL, GLYCERYL STEARATE, DICAPRYLYL CARBONATE, CYCLOMETHICONE, CETEARYL ALCOHOL, CETYL ETHYLHEXANOATE, STEARIC ACID, AMMONIUM ACRYLOYLDIMETHYLTAURATE/VP COPOLYMER, ETHYLHEXYLGLYCERIN, TRISILOXANE, PALMITIC ACID, PHENYL METHICONE, POTASSIUM CETYL PHOSPHATE, POLYGLYCERYL-10 STEARATE, POLYGLYCERYL-3 METHYLGLUCOSE DISTEARATE, POLYSORBATE 20, POLYSILICONE-11, POLYACRYLATE-13, POLYETHYLENE, POLYISOBUTENE, PROPYLENE GLYCOL, PEG-100 STEARATE, PEG-5 RAPESEED STEROL, PEG/PPG-20/15 DIMETHICONE, PHYTOSPHINGOSINE, HYDROGENATED LECITHIN, HYDROGENATED POLYISOBUTENE, HYDROXYETHYL ACRYLATE/SODIUM ACRYLOYLDIMETHYL TAURATE COPOLYMER, DISODIUM EDTA, PHENOXYETHANOL, FRAGRANCE.







Kemasan:

Dari dulu yang bikin saya kepincut buat coba produk-produk Laneige, karena kemasannya yang elegant dan classy. Ciri khasnya warna biru dan putih untuk beberapa series, termasuk yang waterbank ini. Tadinya sih ada box warna putih biru tapi sudah saya buang, kalau wadahnya sendiri terbuat dari kaca yang tebal berwarna biru dan kokoh. Begitupun dengan bagian tutupnya, lalu setelah itu juga ada separator warna putih untuk menyimpan spatula. Supaya ambil creamnya lebih higienis, baiklah untuk segi kemasan ini bagus tapi bulky kalau buat traveling




Tekstur, warna & scent:

Saya suka banget sama teksturnya Laneige waterbank gel cream ini, ya memang berbentuk gel tapi mudah diaplikasikan dan cepet nyerep ke dalam kulit. Lalu warnanya putih susu seperti cream tapi gel-ish, lucu. Laneige waterbank gel cream ini, mengandung fragrance yang menenangkan dan cocok di kulit saya. Biasanya, skincare yang ada wewangian di kulit saya langsung bereaksi tapi ini enggak. 



Performance:

Saya pakai moisturizer ini setelah pake toner atau serum (kalau lagi rajin), rasanya langsung meresap ke kulit dan ada cooling sensation juga aromanya itu lhooo...bikin relax guys. Apalagi kalau dipakai malam hari, setelah aktivitas dan bersihin muka weeenak tenan. Kulit juga gak kerasa greasy ataupun berat setelah pakai ini, bisa langsung apply sunscreen kalau pagi hari dan timpa makeup. Kalau malam hari, biasanya saya tambahin face oil kalau lagi mood aja. 


Result:

Karena fungsinya untuk melembapkan kulit, ya memang melembapkan tanpa membuat kulit terlihat lebih cerah ataupun berseri. Enaknya, makeup jadi lebih nempel kalau habis pakai pelembap ini dan kalau bangun tidur kulit terasa moist dan cukup kenyal. Tapi ya enggak yang kenyal kayak pantat bayi gitu...normal aja. 



Kesimpulan:

Untuk memenuhi kadar air pada kulit wajah, ini cukup bagus. Tapi jangan berharap banyak, kalau Laneige waterbank gel cream works like a magic ya. Karena klaimnya pun, memang untuk meghidrasi kulit tidak untuk mencerahkan ataupun memperbaiki tekstur kulit. Setelah pakai ini, kulit saya gak beruntusan ataupun breakout seperti jerawat merah, komedo dan lain-lain. Mungkin kalau saya pakai satu rangkaian lengkap dengan serum dan kawannya, hasilnya bakal lebih bagus dan kulit kenyal bak artis Korea ya. 

Oiya, pelembap ini saya pakai sampai habis dan cukup awet ternyata. Dengan isi 50ml saya pakai pagi-malem dari akhir bulan januari sampai akhir april. Which means sekitar 3 bulanan baru habis. 

Plus: 


- Gak bikin beruntusan
- Kulit jadi lembap
-Mengurangi produksi minyak
-Gampang meresap
-Gak lengket
- Cooling sensation


Minus:
- Fungsinya cukup melembapkan saja
- Tidak membuat perubahan yang sangat signifikan

What do you think? You wanna try?

Harga: Rp450,000
Where to buy: Laneige Counter or Sephora or Online Shop






[Wedding Drama] Beberapa drama yang terjadi menuju pernikahan

Hallo Girls...




Gak kerasa deh udah mau enam bulan aja usia pernikahan saya, masih inget banget persiapannya yang cukup repot dan banyak drama dari berbagai pihak. Ya, bener kata orang-orang sih kalau mau nikah itu godaannya banyak. Soalnya setan katanya gak suka kalau ada orang mau menikah, emosi juga gak stabil huh sensian banget! kesenggol dikit baper dan kesel...pokoknya mesti banyak-banyak istigfar deh sama berdoa biar lancar.

Dibawah ini beberapa kejadian cukup drama banget menurut saya, keep reading guys...


1. Dikerjain pas urus  KUA

Ini paling nyebelin sumpah deh, berasa di manfaatin banget. Jadi, saya ini kan nikahnya awal Januari 2018 di Bogor ya. Sedangkan, domisili saya di Sukabumi.. .oleh karena itu saya butuh surat izin numpang nikah dari KUA tempat saya tinggal yang nantinya akan saya ajukan ke KUA Bogor. 

Awal bulan Oktober 2017 saya mulai urusin karena gak mau mepet dan mengantisipasi drama ye kan, bener aja tuh ya ada drama hhhh. Kebetulan pas saya lagi mau urus-urus ke KUA, dibelakang rumah lagi ada yang hajatan dan ada staff KUA yang jadi penghulu di acara tersebut. Mama saya ngobrol lah sama orang KUA itu, kemudian kenalan sama saya dan kasih tahu syarat-syarat yang harus saya bawa untuk janjian di kantor kelurahan keesokan harinya.

Mama saya udah kasih tau dari awal, kalau di kampung itu pasti perlu ngeluarin kocek buat urus beginian soalnya kalau gak gitu pasti dipersulit banget katanya. Well, saya mikir yaudahlah biar cepet dan gak mau debat juga...si Bapak itu bilang "yaudah neng siapin aja 150 ribu buat urus suratnya ya besok ke kantor desa jam 8". Saya mikir oh yaudahlah yang penting sehari jadi,karena saya kira gak akan drama gimana-gimana kan.

Keesokan harinya, saya datang tepat waktu jam 8 dengan membawa segala persyaratan dan begitu masuk kantor desa si bapak staff KUA itu udah ada di sana. Belum juga saya kasih tuh berkas, dia udah minta uangnya duluan...well saya kasih 200rebu karena gak ada lembar 50rebuan. Terus saya minta kembaliannya dong, eh si bapaknya bilang gini "nanti aja ya neng, pas udah kelar suratnya sekalian...ke sini lagi aja jam 1 insyaallah selesai" Bhaique saya percaya-percaya aja.


Jam 1 siang, saya kembali datang ke kantor desa itu dan bapaknya gak ada. Saya tungguin sekitar 10 menit lah, terus saya tanya staff lain dan mereka jawab biasanya bapak itu jam 12 udah pulang. Mulai kesel dong ini si bapak kok ingkar janji, lalu ada salah satu staff desa yang nawarin saya buat anter ke kantor KUA kecamatan siapa tahu bapaknya masih di sana. OK lah saya susulin tuh dibonceng si bapak staff desa itu, pas sampe sana katanya udah pulang juga dan disaranin buat disusulin ke rumahnya aja.

Rumahnya jauh bangetttt...masuk-masuk gang gitu, begitu sampe bener aja dong dia ada di rumah. Dengan enteng bilang "neng, suratnya udah selesei sih tapi uangnya kurang. Urus surat izin ini harusnya 550rebu". Lah...saya kaget dong, kenape dari 150 ke 550? terus saya jawab "kok bisa nambah gitu sih pak, kan kemaren bapak bilangnya 150ribu aja kok jadi 550ribu? lagian sekarang saya gak pegang cash banyak. mana suratnya udah selesai belum?"

Dia keluarin suratnya dan masih dipegang sama dia, kemudian istrinya ikut nimbrung bilang "kalau di Jakarta mah neng urus beginian sampe sejuta ada kali, kita mah segini aja". Eh, ibunya kok sotau ya...saya timpalin aja "bu, setau saya ya bayar KUA itu 600ribu buat administrasi pernikahan bukan buat surat numpang nikah dan di transfer ke bank bukan individual gini. Kalau buat surat numpang nikah mah gratis bu". Si ibu jawab lagi " Ya, ini kan di kampung neng penghasilan kita darimana lagi?". KERJA BU KERJAAA YANG BENER BUKAN MANFAATIN ORANG.

Di dompet saya saat itu ada 150 rebu, akhirnya saya kasiin biar suratnya cepet saya dapetin dan cabut dari tempat itu. Saya kibulin aja tuh si bapaknya dengan bilang "nanti sisanya saya anterin besok deh pak ke kantor desa, saya harus ke atm dulu gak ada cash lagi". Barulah dia kasih tuh surat izinnya dan sayapun pulang bersama bapak staff desa yang nganterin saya itu, terus si bapak yang nganterin saya itu bilang "udah neng gausah balik lagi, udah banyak banget itu 350ribu itu mah ngemanfaatin doang tau neng kerja di Jakarta". Ok, besoknya saya langsung balik Jakarta dengan membawa surat izin yang seharga 350rebu itu.

Salahnya saya di sini ngurus sendiri, mestinya saya minta temenin sodara yang lebih tua atau orang tua biar gak dikibulin. Pelajaran aja untuk lebih berani speak up sama orang-orang macem gini.

2. Papa Masuk Rumah Sakit

Bulan Desembernya, kondisi kesehatan papa saya tiba-tiba drop. Sedangkan pernikahan saya semakin dekat, akhirnya papa sempet di opname beberapa hari dan syukur masih bisa jadi wali di hari penting saya. Tadinya udah worry banget, takut drop lagi pas deket hari-H karena memang papa saya seminggu dua kali itu harus cuci darah. 

3. Sewa Mobil Gak Bener

Halah...drama H-1 masih ada lagi gengs, mama saya sewa dua mobil buat angkut keluarga besar ke Bogor. Mama pesen sama orangnya dua mobil avanza atau xenia dengan harga yang ditentukan, abangnya itu bilang sekian juta all in buat dua hari. Ok deal ya saya bayar lunas tuh ke orangnya, eh pas dateng mobilnya...jengn...jeng satu mobil kecil model agya sama daihatsu luxio. WOYYY mana xenia/avanza nya? Saya tahu itu pasti harganya lebih murah daripada yang saya minta.

Kita bawa barang banyak dan keluarga banyak, ya menurut ngana bakal muat? Ngamuklah saya sama orangnya. Dan orangnya berdalih bialng kalau avanza/xenia lagi gak available, ya kenapa gak info? tau gitu kan kita bisa cari gantinya yang lain. Akhirnya, setelah panjang lebar dan kita berangkat jadi telat...dia cariin lagi mobil lain pengganti Daihatsu Luxio itu dengan Innova dan satu lagi tetep mobil kecil. Saya udah capek debat juga sama orang licik gitu, mama saya cerita pas selesai resepsi orangnya itu minta tambahan uang 700rebu sambil ngomel2 katanya wow! harusnya yang ngomel itu keluarga saya, siapa suruh sewain mobil gak sesuai request.


4. Mata Iritasi Karena Softlens 

Sehari-hari saya memang gak pake softlens, kalau pake itu buat foto2 kepentingan blog aja biasanya. Nah, karena MUA saya saranin buat pake softlens pas hari H katanya biar matanya terlihat lebih 'hidup'. Yowes ya saya beli softlens Nobluk yang kabarnya biasa dipake manten buat resepsi dan warnanya cantik-cantik, padahala biasanya saya pake X2 aja nyaman.

H-1 satu itu saya tester pake Nobluk setelah sehari sebelumnya sudah saya cuci dan rendam semalaman tuh softlens baru, emang dasar gak cocok kali ya. Entah diameternya kegedean atau apa, dua jam pemakaian mata saya berair sebelah sampai sakit. Wagelasih, besoknya mau resepsi mata saya bengkak dan sakit banget...sumpah panik banget dan langsung saya buang tuh softlens. Kemudian saya buru-buru gojekin Cendo Xytrol buat sembuhin mata bengkak, merah dan sakit itu. Setiap beberapa jam saya tetesin tuh mata biar cepet sembuh dan bengkaknya saya kompres es. 


Jadilah pas hari pernikahan saya gak pake softlens, karena parno dan alhamdulillah pagi harinya begitu di dandanin mata saya sudah terlihat normal walau masih bengkak sedikit sebetulnya.



Syukur, pas hari H gak ada drama-drama besar yang bikin deg-deg seeeer...alhamdulillah semua berjalan lancar serta dihadiri keluarga dan teman-teman dekat.

Ini drama persiapan pernikahan saya, kamu mana? hahahha

Unboxing Produk Garnier Terbaru Untuk Kulit Berminyak

Hallo Girls...

Kalian masih inget gak, bulan april lalu saya menghadiri acara Youvit blogger gathering yang diadakan oleh Indonesian Female Bloggers? Kalau yang mau tahu keseruan acaranya bisa mampir ke sini ya. Anyway, pada saat acara tersebut kami pulang gak cuma membawa goodies Youvit aja lho..tapi juga di sponsori oleh Garnier Indonesia yang mendukung IFB


Isi goodie bag nya sendiri cukup banyak dan yan paling bikin excited itu, produk-produknya Garnier yang baru! Bikin penasaran banget buat dicoba ye kan? Yuk! kita unboxing produk apa aja sih? dan mana yang jadi favorit saya setelah pemakaian satu bulan.




Garnier Serum Mask

Finally! Garnier meluncurkan masker berbentuk sheet mask juga, karena sebelumya Garnier kan selalu mengeluarkan masker-masker peel off andalannya ya. Saya seneng dan penasaran banget, begitu lihat masker tisunya Garnier plus dapet tiga variannya lengkap lagi yaitu: Garnier Serum Mask Sakura White, Garnier Serum Mask Hydrabomb Green Tea dan Garnier Serum Mask Hydrabomb Pomegranate.

Menurut klaimnya Garnier Serum Mask ini 1 masker= 1 minggu serum, mungkon ya efek pemakaian masker ini sama dengan seperti pemakaian satu  minggu serum. Cara pakainya sendiri sih, sama aja ya seperti masker tisu lainnya dan diangkat setelah 15 menit pemakaian. Kalian bisa pilih tiga jenis masker tisu Garnier ini sesuai kebutuhan kulit masing-masing.

Kesan pertama saya pas pakai masker ini, essencenya tidak bersisa banyak di dalam kemasan tapi cukup rich di bagian masker tisunya. Lalu, di wajah saya ukurannya kurang pas hehe entah ya ini mungkin wajah saya yg jidatnya kelebaran apa gimana but still fine cuma bagian hidung dan bibir kurang pas aja. Sensasi saat pakai maskernya adem, dingin walau gak saya simpen di kulkas dulu dan setelah saya angkatpun maskernya kulit masih berasa adem juga lebih terhidrasi. 


Lanjut ke produk Garnier lainnya ya...

Garnier Pure Active Sensitive Anti-acne Cleansing Gel

Nah, ini juga keluaran baru Garnier khusus buat kamu yang memiliki kulit berminyak dan jerawatan. Karena, sabun cuci muka saya belum habis. Jadi produk ini saya kasih buat adek saya yang tipe kulitnya sama, gampang jerawatan plus berminyak. Menurut dia, sabun cuci muka ini cukup  bersih buat ngangkat kotoran diwajah, minyak lebih terkontrol dan beberapa jerawatnya kempes.

Garnier Pure Active Sensitive Anti-acne Serum Cream

Produk ini juga masih satu rangkaian sama produk di atas, namun ini berfungsi sebagai serum yang dipakai sebelum moisturizer ya. Fungsinya untuk melawan jerawat, bekas jerawat dan merapatkan pori-pori. Tentunya adek saya pakai ini juga, biar hasilnya maksimal. Dia cukup suka dengan serum creamnya karena gak lengket, cepat menyerap dan gak berasa berminyak saat dipakai. Hasilnya? belum begitu signifikan sih tapi katanya lumaya mengurangi bekas jerawat. 


Garnier Micellar Infused Cleansing Water

Setelah sukses dengan micellar water biasa, tahun ini Garnier Indonesia juga meluncurkan Garnier Micellar Infused Cleansing Water.  Bedanya? yang warna kuning itu adalah minyak bagian atasnya dan dibawahnya micellar water. Lalu pas mau dipake itu tinggal dikocok dan fungsinya lebih mengangkat sisa makeup dengan bersih. Khususnya makeup waterproof dan gak perih di mata, lucunya produk ini juga walaupun ada minyaknya gak bikin lengket lho. Baca review lengkapnya di sini ya. 

Garnier Pure Active Matcha Clay Mask

Buat yang wajahnya sering komedoan kayak saya dan pengen masker yang efektif buat kurangin komedo? cobain deh Garnier Pure Active Matcha Clay Mask. Ekstrak Matcha nya berfungsi untuk mengurangi minyak, komedo dan mengusir sisa debu dan polusi pada wajah. Cukup dipakai 3 menit aja dan ada rasa hangatnya saat pemakaian habis itu bilas deh. 

Diantara semua produk di atas, mana yang jadi favorit saya? 

Saya suka Micellar water yang infusednya dong! hapus makeup jadi lebih ringkes, bersih dan cepet!

Thank you Garnier buat produk-produk barunya...


Kalau temen-temen lebih suka yang mana diantara produk baru di atas?


Thanks for reading
XOXO
Reiny