Avoskin Luncurkan Ultra Brightening Cream dan Menggandeng Torajamelo Untuk Mendukung Penenun Perempuan

Hallo Girls...





Kalau teman-teman sering ngikutin kontennya beauty blogger atau beauty youtuber, pasti familiar dengan review Avoskin. Saya sendiri pernah bekerjasama dengan Avoskin pada tahun 2016 lalu dan sekarang Avoskin makin dikenal sebagai salah satu brand lokal asal Yogyakarta yang cukup sukses, dengan produk-produknya yang mencuri perhatian seperti Avoskin PHTE dan Eye Cream-nya sering sold out

CEO Avoskin Mas Aan dan Kak Sophie dari Toraja Melo

Jumat lalu saya berkesempatan untuk hadir di Beauty Soiree yang diadakan Avoskin di Museum Tekstil, yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Gathering ini berlangsung sangat intim dan menyenangkan, karena hanya 10 orang beauty blogger yang diundang dan kebetulan juga kami sudah kenal satu sama lain. Dengan tema “Weaving the Brighter Story" dalam acara ini Avoskin menggandeng Torajamelo yang merupakan brand dengan konsep socialpreneur yang fokus pada tenun lokal asli Indonesia. 

Such a great experience bisa hadir di Beauty Soiree ini karena Avoskin X Torajamelo ini diselenggarakan untuk meresmikan program CSR antara Avoskin dengan Torajamelo yang saat ini fokus untuk mendukung penenun wanita Indonesia dari daerah Lembata dan Adonara di bawah program Torajamelo. Kak Sophie menceritakan bahwa Mama (wanita) di Toraja Melo ini banyak yang nasibnya kurang beruntung, mereka terpaksa harus jadi TKW dan menjadi tulang punggung keluarga karena suami tewas dalam konflik di daerah mereka hingga ditinggalkan begitu saja oleh suaminya.

Dengan begitu mereka tetap harus berjuang dong untuk kelangsungan hidup kedepannya bersama anak-anak yang harus mereka urus, tidak mungkin dengan menjadi TKW sampai tua kan? mereka berusaha survive dengan menjadi penenun. Namun sayang, kurangnya pengetahuan tentang manajemen produksi, bahan, tren, dan juga teknik pemasaran membuat tenun yang bernilai ekonomi tinggi tersebut kurang dikenal.



Ternyata visi dan misi Torajamelo ini sejalan dengan program CSR Avoskin. Melalui kerja sama ini, Avoskin ingin mewujudkan semangat empowering women untuk para penenun binaan Torajamelo. Mama (wanita) penenun di daerah tersebut perlu bantuan untuk mengembangkan kain tenunnya dari segi dukungan pengetahuan hingga bahan agar bisa bersaing dengan tenun-tenun lain di dunia. 


 
Di foto ini saya mengenakan salah satu koleksi baju Torajamelo yang sudah mengkombinasikan kain tenun jadi outfit yang catchy dan modern, lucu ya?


Foto di atas merupakan sebagian koleksi Torajamelo yang sedang dipamerkan di Museum Tekstil, kalau teman-teman mau lihat-lihat koleksinya bisa lho langsung main-main ke sana sampai 9 September 2018. 




Back to Avoskin, dikesempatan yang sama...Avoskin juga memperkenalkan produk terbarunya yaitu Avoskin Brightening Cream. Hayo siapa yang suka mengeluh kulit kusam dan susah ngilangin bekas jerawat? Produk ini bisa jadi solusi kamu buat mencerahkan wajah, Ingat! mencerahkan ya bukan krim pemutih. Karena Avoskin Ultra Brightening Cream ini memiliki kandungan Alpha Arbutin 2% sebagai bahan pencerah alami yang berasal dari tanaman bearberry dan tidak berisiko buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Selain Alpha Arbutin, Ultra Brightening Cream dilengkapi dengan kandungan vitamin A, C, dan E yang memaksimalkan perawatan kulit agar produksi kolagen dalam kulit meningkat secara alami, tetap lembap dan menjadi lebih cerah. 






Sekarang saya mau ngenalin nih dua produk Avoskin yang bikin penasaran buat dicoba, tentu salah satunya Avoskin Ultra Brightening Cream. Di sini saya mau bahas secara singkat first impression saya, nanti setelah lebih dari sebulan saya pakai rencananya mau review secara keseluruhan ya. 




Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence

Essence dari Avoskin ini dipakai setelah cuci muka pada pagi atau malam hari. fungsinya untuk menghidrasi kulit agar tetap lembap dan siap memakai tahapan skincare berikutnya. PHTE ini berfungsi untuk menjaga kelembapan dan kesegaran kulit, supaya lebih cerah, halus juga mengurangi kerutan. Saya baru pakai sekitar lima harian, so far...suka dengan hasilnya yang bikin kulit lembap dan lembut. Tekstur essencenya ini cair tapi agak gel-ish, cepat meresap dan gak bikin lengket. Oh satu lagi yang saya suka, wanginya segeeeer dan lembut so relax. 




Avoskin PHTE ini kemasannya kokoh dari kaca agar mudah diurai dan dipakai kembali, ketika dibuka bagian tutup botolnya terdapat sekat agar produknya tidak mudah tumpah...apalagi kalau dibawa traveling jadi gak khawatir kan? Untuk harganya sendiri ukuran 30ml kayak punya saya ini Rp129.000, tersedia juga lho ukuran yang lebih besar. 

Mari lanjut ke produk terbarunyaaaa...





Avoskin Ultra Brightening Cream 


Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, Avoskin Ultra Brightening Cream ini ditujukan untuk mencerahkan wajah dengan kandungan Alpha Arbutin. Hadir dengan kemasan sleek terbuat dari kaca yang cukup kokoh dan ukuran yg travel friendly, terdapat sekat untuk menjaga kehigienisan produk juga tak mudah tumpah. Avoskin Ultra Brightening Cream setiap malam hari sebelum tidur di area wajah dan leher. Untuk harganya ukuran 10gr ini Rp139.000. 









Teksturnya creamy berwarna putih yang mudah dibaurkan dan tidak meninggalkan whitecast, wanginya juga lembut tidak mengganggu sama sekali.


Saat ini sedang hamil dan di bagian kemasan tertulis, harus meminta saran  pada dokter kandungan dulu sebelum memakai cream ini karena mengandung pencerah wajah. Jadi, saya akan pakai setelah make sure saat check up ke dokter kandungan dan nanti pasti saya update ya.


Instagram & website : 
@torajamelo ( www.torajamelo.com)
@avoskinbeauty (www.avoskinbeauty.com)


Sudah coba produk Avoskin juga?

Thank you for reading

Updated Skincare Routine 2018 Untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

Hallo Girls...



Well...i am still amazed! postingan tentang skincare routine saya yang tahun 2016 dan tahun lalu, selalu jadi popular post di blog ini. Thank you so much, temen-temen sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke blog saya untuk baca skincare routine. Oiya, skincare saya tuh selalu ganti-ganti ya karena kadang ada beberapa produk yang gak bekerja maksimal lagi atau saya ingin coba-coba merek lain dengan klaim produk yang menarik utk dicoba hehe. 

Jelas saja tahun ini juga semua rangkaian skincare saya sudah ganti, kecuali facial wash hehe. Berikut skincare routine dari Januari hingga Agustus 2018 ya:


Cleansing

Untuk 1st cleanser saya pakai tiga produk di atas, disesuaikan dengan makeup yang dipakai. Misalnya kalau lagi makeup berat, untuk hapus makeup mata saya hapus dengan Double Effect Eye Makeup Remover dari Nivea. Eye remover ini efektif buat hapus makeup mata dengan baik, tanpa rasa perih dan gak perlu gosok-gosok udah bersih makeup matanya. Kemudian, untuk bagian wajah saya pakai Micellar oil infused cleansing water dari Garnier. Ini juga bagus untuk hapus sisa-sisa makeup, gak bikin kulit kering dan ada wangi lemonnya yang lembut. Nah, kalau lagi gak pergi-pergi terus cuma pake skincare an doang atau cuma pake bedak tabur. Saya cukup pake Cleansing water dari Watsons saja, menurut saya ya ini cukup baguslah tapi gak yang wow! banget gitu. 

Price:

Nivea  Double Effect Eye Makeup Remover = Around 50ribu

Garnier Micellar oil infused cleansing water = Around 100ribu (yang besar)

Watsons Cleansing Water= Around 70ribu-90 ribu (kalau lg disc 70ribuan)








Buat 2nd cleanser saya masih pakai Perfect Whip by Senka udah dari tahun 2016 an akhir kayaknya, kenapa? suka aja dengan hasilnya yang bikin kulit saya lembut, gak ketarik dan terasa bersih kalau habis pakai. Apalagi kalau pakai foaming net, melimpah busanya seru! Tapi ya cleanser ini gak bekerja buat ngilangin jerawat atau bersihin komedo. Bener-bener as cleanser yang buat bersihin wajah, lain lagi kalau lagi jerawatan saya pakai Skin Dewi Hazelnut Balancing Cleansing Milk. Jujur, gak suka sama aromanya yang jamu banget cukup strong...tapi suka sama hasilnya yang bisa redain saat jerawatan dan bahan-bahannya organik.

Perfect Whip by Senka: Around 60ribu
Skin Dewi Hazelnut Cleansing Milk: Around 250-450ribu (tergantung size)


Oiya kalau pagi hari, saya biasanya langsung pakai facial foam aja...gak double cleansing. 
Toner



Buat toner saya pakai exfoliating toner dan hydrating toner. Untuk exfoliating toner saya pakai seminggu 2x saja, fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati supaya skincare lebih menyerap lebih efektif dan mencegah penyebab komedo/jerawat. Dari akhir tahun lalu, saya pakai Biologique Recerche p50t yang kandungan utamanya AHA, baunya agak kecut dan ada tingling sensation sama pemakaian. Ini toner gak heran sih hits banget, katanya Pixi Glow Tonix itu dupe-nya Biologique Recerche...ternyata saya ngerasain sendiri emang beda hasilnya dikulit daripada pas pake COSRX. Toner Biologique Recerche P50T kerasa banget bikin kulit lembut, ngurangin beruntusan da  jerawat cepet kering plus wajah terlihat lebih glowing. Kekurangannya? mahal bgt sis! Ini aja saya dapet trial size dari liputan hehe.


Kemudian untuk hydrating toner saya pakai Laneige Skin Refiner Light, ini berfungsi untuk mengembalikan Ph kulit aja dan bikin lembap. Biasanya saya pakai pagi-malam setelah cuci muka, udah mau hampir habis tapi saya gak ngerasa toner ini punya peran banyak...jadi kayak b aja gitu.


Laneige Skin Refiner light toner: 350ribu

Serum

Lanjut pakai serum ya...untuk serum saya sudah pakai Bioderma Hydrabio Serum dari akhir tahun lalu. Di kulit saya yang berminyak ini bekerja dengan baik, kulit saya jadi lebih seimbang kadar minyak dan airnya. Saya merasa kulit lebih lembut dan kenyal karena hidrasinya cukup, kemudian kalau lagi beruntusan saya detox kulit dengan serum Lancome Genifique Sensitive yang sudah saya pakai 3-4 bulanan lah. Serum lancome ini saya pakainya jarang-jarang kalau kulit lagi rewel aja dan biasanya cepet balik normal....ajaib!

Pelembapnya sudah dua bulan terakhir ini saya pakai Sukin Super Greens yang aman untuk ibu hamil, moisturizer ini isinya banyak banget dan aplikatornya pump jadi praktis. Awalnya saya gak suka sama teksturnya yg agak lengket pas dipakai, tapi cepet nyerep sih di kulit. Aromanya juga kurang enak menurut saya, tapi berhasil bikin kulit lembut dan lembap. Sukin Super Greens ini saya pakai pagi-malam, btw saya beli ini satu paket dengan clay mask dan facial scrubnya jadi lebih murah.

Bioderma Hydrabio Serum: Around 400ribu

Lancome Genifique Serum Sensitive: 1,2jt

Sukin Super Greens (package): 500ribu






Moisturizer


Bukan...bukan pakai moisturizer lagi, ini mau kasih tau kalau sebelum pakai Sukin. Awal 2018 saya dua moisturizer di atas secara berganti, Laneige Waterbank Gel itu cuma melembapkan aja di kulit saya tapi gak bikin kenyal atau glowing. Makanya saya gak repurchase, ngurangin minyak sih mayan tapi ya gak gitu puas dengan hasilnya.

Kalau Skin Dewi Calendula Soothing Gel, ini berhasil ngurangin kilang minyak di wajah saya tapi habis itu purging. Khususnya di area pelipis dan rahang, matang dan tumbuh jerawat-jerawat kecil. Cepet matang dan pecah sendiri, tapi numbuh terus dan ninggalin bekas....kemudian jerawatnya ilang deh. Walau bikin purging, saya suka soalnya berasa detox dan sekarang kulitnya jadi bagus padahal udah gak nerusin pake Skin Dewi lagi. 

Laneige Waterbank Gel Cream: 450ribu

Skin Dewi: 450-500ribu


Face Oil

Kulit saya emang berminyak dan jerawatan, tapi seneng pake face oil. Boleh kok kulit berminyak pake face oil, asalkan pilih yang komposisinya tepat aja. Fungsinya untuk melembapkan, menyeimbangkan kulit dan membuat kulit lebih glowing. Saya pakai The Ordinary Rosehip Oil dan Kaila Shylas Factory, pemakaiannya cuma malam hari aja dan bergantian.

The Ordinary Rosehip Oil: around 200ribu
Kaila Shylas Factory: 90ribu






The last one! anti-aging secret hahaha percuma kalau pakai skincare mahal-mahal tapi tiap keluar rumah gak pake sunblock, ini wajib banget-banget. Cuma untuk kulit berminyak memang agak tricky milihnya, kebanyakan sunblock kan bikin nambah minyakan, whitecast dan bikin jerawatan. Dari tahun 2015 saya sudah pakai Skin Aqua dan sampai saat ini cocok di kulit saya, teksturnya watery, gak bikin minyakan dan gak bikin breakout. Satu lagi saya punya Kose UV Protect Spray dari event, ini juga cocok tapi harganya agak pricey kayaknya dan praktis tinggal semprot-semprot aja apalagi pas traveling.


Ya, biasanya selalu ada vitacid di skincare routine saya...tapi tahun ini libur dulu karena lagi hamil gak boleh pakai obat jerawat katanya. Alhamdulillah juga, sekarang whitehead saya gak separah dulu, mungkin udah sering pakai exfoliating ya. Jadi, sekarang fokus maintain aja biar mulus dan lagi nabung buat ngilangin scars/bopeng huhu.


Semoga bermanfaat ya buat yang lagi cari skincare kulit berminyak dan jerawatan.

See you!

Thanks for reading

Review Colourpop My Little Pony

Hallo Girls...

It's been a loooong time....terakhir saya review eyeshadow ABH beberapa bulan lalu hehe, tapi memang saya udah gak beli-lagi eyeshadow palette sih terakhir ya Colourpop My Little Pony yang akan saya review ini. To be honest, dulu saya gak tertarik sama koleksinya brand Colourpop ini...bahkan pas temen-temen saya keranjingan beli lip cream sama lipsticknya saya biasa aja. Kemudian gak lama mereka ngeluarin single eyeshadow kan, belum tergoda jugaaa dan reviewnya katanya single eyeshadow mereka agak susah diambil kalau pake brush.

Tapi makin ke sini si Colourpop ini makin variatif dan mengeluarkan eyeshadow palette yang menggiurkan, sehingga saya tergoda buat punya koleksinya Colourpop My Little Pony yang terlihat warnanya cantik-cantik pun kemasannya menggemaskan. Terus gimana kalau sudah dipakai pada kelopak mata? sebagus itukah? simak reviewnya berikut ini: 

Description:

MY LITTLE PONY

These retro ponies are back for a new adventure. Explore the palette inspired by their colourful personalities and magical cutie marks. From shimmery glitters and wearable mattes, to bright pops of colour and surprising iridescents, you can imagine the looks you’ll create with this little palette. Friendship is magic when you're friends with this sparkly crew









Eyeshadow palette my little pony ini berupa pressed powder eyeshadow, yang terdiri dari 12 warna cantik-cantik netral sampai colorful. Dengan finishing ultra-velvety dan lembut, katanya sih ini highly pigmented...benarkah? mari kita buktikan saja dan klaimnya juga eyeshadow ini mudah di blend. 

Untuk hasil akhirnya sendiri, eyeshadow palette ini beragam ada yang matte, metallic dan satin. Berikut ini saya swatches semua warnanya memakai jari, karena kalau saya swatches di tangan cukup powdery dan nempelnya agak susah gak semudah nyolek gitu. Semoga cukup jelas ya warna-warnanya buat temen-temen lihat. 


Swatches:







Butterscotch: 

Nama shade-nya gemes banget siiii...butterscotch ini selewat seperti warna putih yang chalky, tapi ternyata setelah dilihat ini tuh putih dengan subtle pink violet yang tipis banget warnanya. Teksturnya powdery dan finishnya matte, agak kurang pigmented warnanya kalau di kelopak mata...harus blend dengan baik dan berulang. 


Blossom: 

Ini warnanya cantik banget untuk buat halo eyes look! paduan metallic peach dengan sedikit semu pink, hasilnya agak gold...teksturnya lembut, buttery dan mudah di blend. Pigmentasinya juga bagus dengan hasil akhir metallic juga glitter lembut. 


Starshine: 

Metallic golden tangerine warna cerah kuning muda manjaaaaah yang bisa jadi pusat perhatian, memiliki tekstur buttery dan agak powdery ketika diaplikasikan. Hasil akhir metallic satin, pigmentasi ok dan cocok buat inner corner atau halo eyes. 


Bluebell: Warna golden ivory dengan satin finish yang lembut, cocok buat yang suka eyeshadow glitter tapi gak mau terlalu mencolok warnanya. Kayaknya ini juga bagus dibuat highlighter, teksturnya lembut dan buttery juga easy to blend. Apalagi kalau aplikasiinnya pake jari, tap-tap aja udah kelar cucoook meong shay!





Applejack: 

Di baris kedua ada dusty red violet yang unik, warna ungu dengan base merah. Bagus buat warna transisi ataupun warna kedua saat memakai eyeshadow...teksturnya lembut, pigmented dan hasil akhirya matte. 


Skydancer: 

Warna lavender metallic kesukaan saya, ini salah satu favorit...cantik banget deh! Teksturnya juga buttery, cukup pigmented dan hasil akhirnya satin. 

Minty: 

Selewat sih agak mirip sama Applejack, tapi ini base-nya warna fuchsia dengan hasil akhir matte yang agak powdery namun tetap gampang di blend sih..walau masih fall out sedikit.


Flutterbye: 


Suka warna pastel peach yang lembut, you should try this! Bagi pecinta warna-warna eyeshadow lembut mungkin ini bisa dipakai, teksturnya juga lembut dan finishingnya matte. 



Twilight:

Saya kira awalnya ini warna hitam, tapi ternyata blackened violet...yang bikin penasaran buat dicolek plus keren kalau buat dark smokey eyes. Hasil akhirnya satin, buttery dan pigmentasinya bagus. 


Firefly: 
Metallic silvery baby blue warnanya gemes banget! biru muda dengan glitter lembut, tekstur buttery dan pigmentasinya cukup ok. 

Snuzzle:

Icy white dengan glitter lembut, sehingga menghasilkan warna putih berkilauan tapi gak lebay. Bagus buat inner corner dan teksturnya lembut banget. 

Princess Sparkle

The last one is rich smokey turquoise! warna lain yang bagus untuk smokey eyes atau halo eyes, dengan hasil akhir satin yang lembut dan mudah di blend. 




Performance: Dari kedua belas warna di atas, saya suka semua dan cukup bagus untuk kualitas sekelas Colourpop. Saya pakai tanpa base pun, warnanya cukup awet dan yang memiliki hasil akhir satin itu lebih pigmented daripada yang matte. 

Secara keseluruhan eyeshadow ini bagus, namun masih ada sedikit fall out terutama yang matte tapi masih ok dan wajar sih.

Harga: Rp320.000
Where to buy: Online shop atau e-commerce, saya beli di Tokopedia

Namun hati-hati saat akan membeli palet ini, karena sudah banyak yang palsu dan dijual dengan harga dibawah 100ribuan. Pastikan olshop yang kamu pilih itu trusted dan semuanya menjual barang original...


Jadi, berminat untuk koleksi juga si palet gemas ini?


Thank you for reading




Review Shylas Factory Face Mask dan Face Oil untuk Kulit Berminyak & Berjerawat



Hallo Girls...

Memiliki kulit berminyak dan gampang banget muncul komedo atau jerawat tuh, harus banget sempetin perawatan mingguan dan jangan skip skincare sehari-hari. Apalagi kalau gak double cleansing, wah udah deh tuh panen komedo di wajah saya saking banyaknya. Belum lagi area t-zone yang mudah banget berminyak, suka keliatan belang kalau makeup karena berminyak duluan. 

Maka dari itu saya biasanya maskeran 2-3x dalam seminggu dan menambahkan beberapa skincare, untuk membuat wajah tetap terhidrasi dengan baik. Shylas Factory yang merupakan brand lokal berasal dari Bali, memiliki beberapa varian masker dan face oil untuk bantu atasi masalah kulit. Sudah hampir sebulanan ini saya pakai Face mask dan Face oil untuk oily and acne skin...saya tertarik buat coba, soalnya kandungan bahan-bahannya alami dan harganya masih terjangkau.

Berikut review saya mengenai produk Shylas Factory setelah hampir satu bulan pemakaian. 




Begitu paketnya sampai...dikemas dengan box kecil dan desainnya lucu, berisi 1 face mask dan 1 face oil. Ini dijual satuan atau package gitu, tentu yg paketan harganya lebih miring juga hasilnya lebih signifikan dibanding pakai satuan saja ya hehe. 


MAIKA'I FACE MASK



Kemasan:

Dikemas dengan wadah berbentuk bulat yang praktis dan terbuat dari plastik tebal, jadi kalau habis pakai tinggal tutup aja deh tanpa khawatir tumpah. Di bagian sisi kemasan itu ada keterangan cara pakai dan di balik kemasan, tertera komposisi dan produksi produk. Sayangnya Shylas tidak mencantum manfaat dari masker ini di kemasan maskernya, jadi kita wajib melihat sosial medianya dulu untuk tahu manfaat masker ini. 
Manfaat produk dan bahan:

Maika'i Face Mask
💚 menyerap minyak
💚 membersihkan pori-pori
💚 mencerahkan
💚 mencegah jerawat

Maika'i Face Mask mengandung white clay, berfungsi untuk deep cleansing serta oat yang mengandung saponin (sejenis pembusa/deterjen alami), saponin akan membantu mengangkat kotoran juga debu yang menyumbat pori-pori tapi tidak membuat kulit kering. 


Tekstur, aroma dan warna:

Tekturnya masker ini bubuk, jika dilihat selewat karena warnanya hijau seperti bubuk matcha ya? aromanya natural banget...kayak aroma kayu putih yg menenangkan gitu lho seus. 

Performance:




Cukup ditambah air dan dibuat adonan pasta, maskernya di aplikasikan ke area wajah yg sering berminyak atau berjerawat. Kalau saya pakai di seluruh wajah ya, tunggu sampai 10 menit. Rasanya? adem tapi ada sedikit sensasi pedes cekit-cekit terutama di area yg berjerawat, setelah dibilas rasanya kulit fresh, adem tapi gak kering walaupun agak kenceng pas maskernya mulai mengering. 


Sekarang kita beralih ke Kaila face oil khusus untuk kulit berminyak dan berjerawat ya...




Kemasan:

Kaila face oil ini kemasannya dari kaca berwarna coklat dengan desain simple aja, sama seperti maskernya di bagian belakang hanya ada komposisi dan di bagian depan ada tulisan Face oil acne-oily skin. Ukurannya mini, isinya 10ml jadi travel friendly deh.


Untuk ambil produknya, Kaila face oil ini pakai pipet...jadi kita gak usah repot-repot tuang dan takut tumpah soalnya bisa dikira-kira berapa tetes yg mau kita ambil. 

Deskripsi produk dan bahan:

Face oil untuk pemilik jenis kulit rentan berjerawat dan berminyak. Manfaat dari face oil ini untuk meredakan radang akibat jerawat, membuat jerawat cepat kering, mengurangi produksi minyak berlebih dan membantu memudarkan bekas jerawat.


Dalam Kaila Face Oil Acne-Oily mengandung berbagai minyak essentials seperti Grapeseed Oil, Jojoba Oil, Tea tree Oil dan Rosehip Oil. As we know, tidak semua jenis minyak bisa cocok untuk kulit berminyak. Yang membuat saya tertarik untuk coba Kaila Face Oil ini karena komposisinya biasa digunakan untuk perawatan kulit berminyak dan berjerawat. 



Tekstur, aroma dan warna:

Ya, seperti face oil pada umumnya memiliki tekstur minyak yang tidak begitu kental dan berwarna kuning. Aromanya juga relaxing, bukan bau minyak yang seperti ada di dapur hahaha seger ini seperti aroma tea tree sih yg lebih dominan menurut saya. 


Performance:


Cukup 3-4 drops saja untuk seluruh wajah setiap kali pemakaian dan saya biasanya pakai di malam hari untuk step terakhir memakai skincare setelah moisturizer. Untuk mengunci seluruh skincare dan membuat kulit lembap cukup hidrasi, rasanya di wajah begitu menit pertama agak hangat pedes-pedes gitu tapi gak strong. Minyaknya cepat menyerap dan gak lengket, kulit terasa lebih lembap dan lembut. 


Hasil:


Setelah pemakaian hampir sebulan ini, saya suka dengan masker dan face oilnya. Karena kulit saya tidak breakout, produksi minyak di wajah lebih stabil, kulit terasa lembut, jerawat cepat matang dan kempes apalagi kalau habis pakai face oilnya. Poin pentingnya juga gak membuat kulit saya tambah kering, karena obat jerawat biasany membuat jerawat matang tapi kondisi kulit kering. 


Kesimpulan: 

Seneng banget! nemu face oil merk lokal yang cocok dikulit dan ingredientsnya sesuai sama yg kulit saya butuhin, plus tambah lagi deh koleksi masker lokal yang jadi favorit.

Harga: Maika'i Face mask Rp50,000
           Kaila Face Oil Rp90,000
Lebih murah kalau beli package Rp110,000

Where to buy: shopee.co.id/shylasfactory atau cek IG mereka di sini ya @shylas.factory




Cara pakainya bisa cek IG saya di bawah ini dan jangan lupa follow ya!



Salah satu perawatan untuk ngatasin jerawat dan kulit berminyak, aku biasanya ngelakuin weekly routine di rumah. Maskeran jadi salah satu treatment favorit, di sini aku pakai @shylas.factory Maikai Face Mask buat bantu ngurangin minyak dan jerawat. Face mask ini bubuk dan berbentuk pasta, kalau udah ditambah air...Sensasinya dingin dan cekit2 kalau di area yg lagi jerawatan, setelah dibilas rasanya segeeeer. - Lanjut biar kulit nya makin adem dan terhidrasi dengan cukup, aku pakai sheet mask merk apa aja...tapi saat ini lagi suka sheet mask nya Innisfree yg pomegranate. - Last step! Pakai face oil Kaila yg ingredients nya berbagai essential oil, baik untuk kulit berjerawat dan berminyak. Saat dipakai gak lengket, cepet nyerep dan wanginya natural banget...gak bau-bau minyak nenek-nenek gitu. Kedua produk @shylas.factory ini review lengkapnya akan tayang besok di blogku ya...jangan lupa mampir 💃 #shylasfactorybali #shylasfactory #maskerjerawat #faceoilnatural #faceoillokal #maskerlokal #beautybloggerindonesia #andianibeautyjournal #tampilcantik #vloggerindonesia #beautyvloggerindonesia #indovidgram
A post shared by Beauty Blogger | Reiny A.H (@andiani91) on



Memutuskan Resign dan Full time Ibu Rumah Tangga, is it good?

Hallo Girls...





Kali ini saya lagi ingin bercerita tentang keputusan saya untuk meninggalkan kantor dan memilih menjadi ibu rumah tangga saja, dengan mengambil projek-projek freelance atau membuat konten-konten blog juga sosial media. Bukan hal yang mudah dan spontan buat memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan yang saya sukai, ketemu teman-teman kantor, makan siang bareng, berkenalan dengan orang-orang baru dan stressnya ngerjain projek besar ataupun kecil. 

Dari sebelum menikah memang saya sudah punya rencana untuk meninggalkan kantor, terlebih lagi kalau saya sudah punya anak. Karena suami saya lebih menyarankan saya untuk kerja dari rumah saja sambil mengurus anak dan rumah tangga, apa saya keberatan? nope! memang saya sendiri pun jika sudah punya anak ingin full time wife and mother

Setelah berpikir cukup lama dan lumayan galau, apakah saya pindah kantor atau langsung stop ngantor aja? Akhirnya saya memutuskan untuk stop ngantor aja dan ambil freelance yang bisa saya kerjakan. Alhamdulillah juga sekarang kehamilan saya baru masuk trimester kedua, jadi bisa malas-malasan di rumah dan minim stress dari tekanan kerja hehe. Sudah hampir sebulan sejak saya meninggalkan kantor dan saya masih belum terbiasa, karena rutinitas sehari-hariku yang lebih dari 8 jam di luar rumah jadi hilang. Rasanya agak aneh sih, biasanya rusuh pagi-pagi siapin sarapan, mandi dan ngantor terus ketemu klien, teman-teman dsb. 


Sekarang? setelah siapin sarapan suami saya beres-beres rumah, mandi dan cek-cek email atau kerjaan freelance kalau lagi hectic. Kalau enggak? ya paling ngedit2 foto atau bikin draft untuk blog sama instagram. 

Banyak temen-temen saya dan keluarga yang menyayangkan saya meninggalkan kantor, mereka bertanya kenapa? Ya simply saya jawab gak papa...this is my decision, emang maunya saya begini jadi istri stay at home tapi tetap bisa bekerja tanpa pergi ke kantor. Ya, enggak stay at home mulu juga sih saya juga sering janjian makan siang sama temen atau sekadar jalan-jalan ke mall kalau lagi bosen.

Selain itu juga ada yang bertanya? gak enak dong gak punya penghasilan sendiri dan ngandelin suami aja? 


Wait what? kan saya bilang freelance ya ada ajalah pemasukan mah walau gak tetap kayak kerja kantoran, tenang buat jajan-jajan sendiri mah saya bisa. Mungkin kalau ini dijelaskan ke tante-tante saya gak akan ngerti sih, pokoknya kalau di rumah itu nganggur aja. Yoweslah gapapa...


Ngandelin suami? YA GAK NGANDELIN JUGA EMANG KEWAJIBAN SUAMI MENAFKAHI DAN MEMBAHAGIAKAN ISTRI kan? kalau saya ngandelin suami orang baru salah hahahha. 


Jadi, gimana rasanya enakan ngantor atau full time ibu rumah tangga? 

Kalau masih single sih kayaknya enakan ngantor ya, kecuali kamu memang influencer yang sibuk jadwal ini itu dan bayarannya lebih gede pasti enakan influencer haha.

Bagi saya sendiri? sedang mencoba beradaptasi dan membiasakan diri, untuk menyusun kegiatan sehari-hari supaya sibuk dan tetap produktif. Mungkin nanti kalau anaknya sudah lahir akan lebih sibuk dan lebih menikmati lagi peran sebagai istri dan ibu, dengan segala drama tentunya. Gak mungkin kan hidup ini mulus aja bak jalan tol atau kulit mulusnya Incess Syahrini? Yang penting sih buat saya, suami selalu mendukung hobi dan tetap mengizinkan saya bekerja dari rumah biar otak gak mentok ye kan...

Menjadi ibu pekerja kantoran atau full time di rumah, bagi saya sama hebatnya kok. Karena mereka menghadapi struggle nya masing-masing dan semua berhak bahagia dengan caranya sendiri. Saya sendiripun belum tahu kalau beberapa tahun kedepan, mungkin saja kembali ngantor kalau anak sudah cukup besara atau punya bisnis sendiri? Who knows...