Kapan Menentukan Rate Card?

10:32:00 Reiny Andiani Hadikusuma 7 Comments

Hallo Girls...




Gaya banget ya kalau baca dari judulnya ? haha berasa aja saya udah blogger kondang lol. Padahal mah saya juga masih membangun networking dan berusaha buat mengembangkan konten-konten yang saya share di sini, sebelum saya share soal rate card saat kita menjadi blogger ataupun what so called influencer. Mau kasih disclaimer dulu ya, kalau saya bukan expert dan pure pengen sharing aja pengalaman sebagai blogger dan PIC projek beberapa campaign yang tentunya melibatkan Influencer ibukota dan para blogger micro juga macro.

Well, let's started! Saya buat beberapa poin ya, kapan sih waktunya kita sudah pantas menentukan rate card

1. Ketika Sudah Mulai Ada yang Menanyakan Rate Card

Well, biasanya blogger atau influencer memberikan rate card saat sudah dikontak brand atau agency menanyakan rate card saat akan menawarkan sebuah kerjasama. Selain itu, brand atau agency juga ngecek sudah berapa lama kita blogging atau menjadi influencer. Kalau belum ada yang nanya gimnana kak?

Ya, balik lagi ke kamu...sudah merasa worth kah untuk membuat rate card? dengan harga sekian juta misalnya. Kalau kamu belum merasa pantas dan masih membangun konten, ya fokus aja dulu membuat konten sebanyak dan sebaik-baiknya dengan konsisten. Trust me...kalau konsisten job juga berdatangan dengan sendirinya kok. 


2. Berapa Harga Yang Harus Ditentukan?

Nah, ini gampang-gampang susah sebenernya...kamu harus lihat dari statistik sosial media, blog atau Youtube yang kamu miliki punya nilai jual berapa. Kalau kamu merasa percaya diri dengan harga 10 juta/konten misalnya, tapi harus dibarengi dengan statistik yang akurat kayak engagement dan visitors kamu memang pantas. 

Tapi kan ini sosmed-sosmed gue, bebas dong mau nentuin harga berapa juga?

Ya, memang itu sosmed kamu...tapi ya harus sadar diri juga, sesuai enggak harga segitu dengan konten yang kamu sampaikan ke netizen. Karena, saya banyak nemuin influencer yang asal tembak harga cukup mahal tapi pas di cek engagementnya kecil dan kontennya biasa aja...modal followers gede dan eksis.

Atau, ada juga yang followers gede, engagement bagus tapi ngasih rate dibawah pasaran. Itu juga kasian sih, padahal nilainya si influencer itu lebih dari yang dia tawarkan. 

Menurut saya sih balik lagi ya, lihat statistik konten kamu sudah bisa bernilai berapa kira-kira. Kalau kamu merasa setiap konten kamu akan viral dan membawa followers kamu aware, dengan apa yang kampanyekan...monggo kasih harga yang pantas. Brand/ agency juga akan paham kok, kalau dibarengi dengan bukti harga segitu memang pantas. 

3. Apakah Semua Projek Harus Memakai Rate Card?

Kalau menurut saya pribadi sih, gak harus hahaha. Lihat dulu siapa yang ajak kerjasama, kalau misalnya yang nawarin projek ini berpotensi untuk mantain networking kedepannya (for ex: komunitas, PR Brand tertentu atau teman) dan mereka propose harga yang masih masuk akal...ya diambil aja. Kan buat membangun networking, siapa tahu kedepannya ditawarin terus projek dan direkomendasikan ke brand atau agency kan? who knows. 

4. Ukur Kualitas Kontenmu

Kok gue gak diundang brand a,b, c sih?

Kok gue gak diajak campaign ini itu sih?


Coba...coba di cek lagi konten blog, youtube atau sosial medianya gengs. Sudah konsisten kah? Apakah kontennya  menarik? foto atau videonya sudah lebih baik?

Kalau masih belum, yuk! terus belajar memperbaiki kualitas kontennya. Termasuk self reminder buat saya juga nih, yang sudah mulai kendor buat ngisi konten blog dan sosmed.

Karena bisa dilihat dengan nyata ya, yang eksis diundang dan diajak campaign a,b,c itu ya memang mereka yang konsisten buat bikin konten dan selalu menyajikan hal menarik untuk reader/ viewer atau followernya.

Semakin kontenmu bagus, engagement tinggi...semakin bisa kamu menaikan rate card sesuai yang kamu inginkan.


Pesan-pesan menjadi blogger/influencer yang memiliki attitude baik, agar disukai klien. 

- Baca SPK dengan seksama sebelum Ttd

Wajib! hukumnya baca detail ya Surat kerjasamanya sebelum ditandatangani, jangan asal ttd. Terus nanti pas campaign berjalan, protes ke klien kalau ini itunya gak sesuai. Kalau ada yang gak paham, tanya dulu ke PIC nya. Merasa sudah jelas dan paham flownya, baru deh tanda tangan. 

Lihat poin-poin kewajiban yang harus kamu kerjakan setelah campaign berjalan dan konsekuensi yang bakal kamu terima kalau membatalkan projek tersebut. Misalnya: posting konten kompetitor di hari yang sama, maka akan dikenakan denda. Atau, membatalkan projek dengan mendadak harus membayar 50% dari harga yang tertera dan lain-lain.

- Baca Brief dengan Benar dan Buat Konten Sesuai Brief

Please! Baca brief yang teliti sebelum eksekusi sebelum buat konten, biar meminimalisir untuk revisi dan kontenmu jadi cepat selesai kan? Jangan malas buat baca brief ya, itu mempermudah kerjaan kamu lho...klienpun senang projeknya cepat selesai. 

Just in case, klien protes...kamu bisa menjawab kalau kamu sudah membuat konten sesuai brief. 

- Post Konten Sesuai Deadline!

Kalau kamu sudah menyanggupi kontenmu naik sesuai deadline, do it! Kalaupun ada halangan, please kabarin dari jauh hari...agar klien bisa switch dengan influencer lain atau memberikan plan B. Karena imbasnya banyak, kalau kamu telat naikin konten. Misalnya: Menghambat projek jadi makin molor, klien jadi kecewa dan tidak mau bekerjasama lagi, pembayaran turun semakin lama.


- Belajar bikin caption!

Nih..nih... suka bingung ya bikin caption? Coba mulai sekarang belajar bikin caption yuk! Masa nanti kalau sudah dikasih brief jelas, tetep bingung bikin caption dan membuat campaign makin lama gara-gara kamu malas bikin caption?

Karena saya sering nemuin beberapa creator yang bilang "bikinin dong captionnya", padahal brief sudah jelas dan biasanya kasih contoh caption. Ya, kalau bingung-bingung banget...tinggal bikin aja mirip-mirip contoh ye kan?

Tapi gue gak mau captionnya iklan banget?


YA BIKIN AJA YANG AKTUAL SIS...kayak lagi ngobrol aja gitu tapi bentuknya tulisan, yakin deh pasti bisa.


- Tagih pembayaran setelah semua kewajiban sudah terpenuhi dan lihat kembali SPK

Ok...ini hal yang paling sensitif, nagih pembayaran hahaha suka gemes gak sih? kalau kita udah kerja eh bayarannya molor? Iya kesel banget. Tapi, sebelum tagih dicek dulu ya SPK nya...mereka menjanjikan berapa lama payment akan turun. Misalnya 30 hari kerja, which is yang dihitung hari kerjanya ya...weekend gak dihitung say. Lalu, pekerjaannya sudah selesai dan sesuai belum? kalau sudah dan lewat batas waktu dari SPK...baru deh kamu tanyakan ke kliennya. 


Paling segitu aja sih yang bisa saya share soal rate card dan pesan-pesannya hehe semoga bermanfaat ya...


See you! 


You Might Also Like

7 comments:

  1. Noteed rein, makasi ya masukannya. Jadi bahan instropeksi buatku. :)

    ReplyDelete
  2. aku punya ratecard tapi tiap brand nanya ratecard aku kasih mereka kabur *curcol wkwkwk mungkin ketinggian kali ya :( sekarang mah udahlah ga usah pake ratecard segala, wong mau bikin caption di IG juga pusing 7 keliling wkwkwkk

    ReplyDelete
  3. yang paling banyak aku temuin sih ka rein yg ga sesuai engagement sama harganya. hihi

    ReplyDelete
  4. makasiii reinyyyy... jadi pelajaran buat aku banget ini..

    ReplyDelete
  5. "Konsisten konsisten konsisten" makasih Reiny pengingatnyaaa buat teruss memperbaiki konten dan diri aku sendiri :)

    ReplyDelete
  6. jadi pengingat kalo konten harus ditingkatkan kembali

    ReplyDelete
  7. suka takut sendiri kalau ngasih rate card, takut ga sesuai ekspetasi dari brandnya

    ReplyDelete

Hallo...Thank you for visiting my Blog. Yuk tinggalin komen hore nya disini, biar kita makin akrab. Jangan pakai link hidup atau iklan ya!